host = $h; $this->user = $u; $this->pass = $p; $this->db = $d; } function connect(){ mysql_connect($this->host, $this->user, $this->pass); $sdb = mysql_select_db($this->db); /*if($sdb){ echo 'db connected
'; } else{ echo 'db unconnected
'; }*/ } } $dbase = new dbclass("localhost", "elek809_web2", "web123", "elek809_web2"); $dbase -> connect(); ?> The History of Electrical Engineering - Untirta

The History of EE Untirta

The History of Electrical Engineering UNTIRTA University of Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) starting from Tirtayasa Education Foundation established on October 1, 1980, based in Serang, Banten. Establishment of this foundation was confirmed by the Notary Act Rosita Wibisono, SH. No. 1 dated October 1, 1980, which was then changed by the Notary Act Mrs. R. Arie Soetardjo, SH. No. 1 dated March 3, 1986.

The intent and purpose of establishment of this foundation are:
  1. Assist the government's efforts in the field of public education.
  2. Establishing schools ranging from kindergarten through higher education, including vocational schools.
  3. Plan and undertake educational facilities, as well as sports facilities.

At first, Tirtayasa Education Foundation Banten overshadowed School of Law (STIH), College of Teacher Training and Education (STKIP) and Higher Colleges of Technology (STT). The establishment of the School of Law (STIH) on October 1, 1981 is an embryo of UNTIRTA formation, so the date is considered the founding dates of UNTIRTA.

UNTIRTA an amalgamation of STIH, STT and STKIP, which is based on the Minister of Education Decree No. 0596/0/1984 dated November 28, 1984 UNTIRTA was upgraded to: Faculty of Law, Faculty of Engineering and the Faculty of Education. Furthermore, by decision of Education Minister, Decree No. 0597/0/1984 the three Faculties were set with registered (terdaftar) status. Then UNTIRTA evolve with the establishment of the Faculty of Agriculture and Faculty of Economics in a row with the Minister of Education Decree No. 0123/0/1989 dated March 8, 1989 and No. 0331/0/1989 dated May 30, 1989, each with its registered status. Furthermore, on October 13, 1999 the President of the Republic of Indonesia issued Decree No. 130 on Preparation of Establishment of the State University named Sultan Ageng Tirtayasa. By the Decree of the President of the Republic of Indonesia No. 32 dated March 19, 2001, the UNTIRTA converted into State University under the Ministry of National Education.

Currently, UNTIRTA consists of six (6) faculties: Faculty of Law (FH), Faculty of Education (FKIP), Faculty of Engineering (FT), Faculty of Agriculture (FP), Faculty of Economics (FE) and the Faculty of Social and Political Sciences (FISIP). The number of department is 20 with the number of students as many as 8846 students.

Faculty of Engineering is one of the faculties that are included as the forerunner to the establishment of UNTIRTA. The birth of the Faculty of Engineering originated from the idea of the board of directors and the management of PT. Krakatau Steel (Ir. Djoko Subagyo and Team). Faculty of Engineering was born as an expression of the ideals of society, scholars, intellectuals and leaders throughout the region of Banten and with the support PT. Krakatau Steel and petrochemical industries in Cilegon industrial area.

The etablishment of the Faculty of Engineering begins with the establishment of the Higher Colleges of Technology (STT) which was established by PT. Krakatau Steel in 1982 with operating licenses for the Bachelor degree (non-degree) from Kopertis Region IV, West Java Number: 040/1982. Then in 1984 by the Decree of the Minister of Education and Culture No. 0596/O /1984, the College of Technology merged into the University of Tirtayasa Banten.

Faculty of Engineering consists of six departments for bachelor (S1), namely Mechanical Engineering, Electrical Engineering, Metallurgical Engineering, Industrial Engineering, Chemical Engineering and Civil Engineering. All department have obtained accreditation from the National Accreditation Board of Higher Education (BAN-PT). Furthermore, the Department of Electrical Engineering acquires the status recognized (diakui) by Ministry of Education Decree No. 247 / DIKTI / Kep / 1998.

The Department of Electrical Engineering has one study program known as Electrical Engineering. This study program has accredited in B level by BAN PT at 2006 based on BAN PT Decree No. 025/BAN-PT/Ak-IX/S1/I/2006 dated Januari 12, 2006. In the reacreditation, this study program get lower level (C) based on BAN-PT Decree No. 010/BAN-PT/Ak-XIV/S1/VII/2011 dated July 8, 2011. The B level accreditation was comeback on 2016 based on BAN PT Decree No. 1826/SK/BAN-PT/Akred/S/IX/2016 dated September 2, 2016. This last status will be ended by September 2, 2021.

Since the establishment of the Department of Electrical engineering, there are seven department head as follows:
  1. Ir. Achmad Djuhana
  2. Ir. Wisnu Kuncoro
  3. Ir. Tri Djoko Lelono, M.Sc.
  4. Ir. Wahyuni Martiningsih, MT.
  5. Ir. Ri Munarto, M.Eng.
  6. Suhendar, S.Pd., MT.
  7. Dr. Ir. Supriyanto, M.Sc., IPM.
Sejarah JTE - Untirta

Sejarah JTE Untirta

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) dimulai dari Yayasan Pendidikan Tirtayasa yang didirikan tanggal 1 Oktober 1980, berkedudukan di Serang, Banten. Pendirian yayasan ini dikukuhkan berdasarkan Akte Notaris Rosita Wibisono, SH. No. 1 tanggal 1 Oktober 1980, yang kemudian diadakan perubahan melalui Akte Notaris Ny. R. Arie Soetardjo, SH. No. 1 tanggal 3 Maret 1986.

Maksud dan tujuan pendirian yayasan ini adalah :
  1. Membantu usaha-usaha pemerintah dalam bidang pendidikan umum.
  2. Mendirikan sekolah-sekolah mulai dari taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi, termasuk juga sekolah-sekolah kejuruan.
  3. Merencanakan dan mengusahakan sarana pendidikan, serta sarana olah raga.

Pada awalnya Yayasan Pendidikan Tirtayasa Banten menaungi Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH), Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) dan Sekolah Tinggi Teknologi (STT). Didirikannya Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) pada tanggal 1 Oktober 1981 merupakan embrio terbentuknya UNTIRTA, sehingga tanggal ini dianggap sebagai tanggal berdirinya UNTIRTA.

UNTIRTA merupakan penggabungan dari STIH, STT dan STKIP, yang berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud RI Nomor : 0596/0/1984 tanggal 28 Nopember 1984 ditingkatkan statusnya menjadi: Fakultas Hukum, Fakultas Teknik serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Selanjutnya dengan keputusan Mendikbud RI Nomor: 0597/0/1984 ketiga Fakultas tersebut ditetapkan dengan status terdaftar. Kemudian UNTIRTA berkembang dengan berdirinya Fakultas Pertanian dan Fakultas Ekonomi berturut-turut dengan Surat Keputusan Mendikbud RI Nomor : 0123/0/1989 tanggal 8 Maret 1989 dan Nomor : 0331/0/1989 tanggal 30 Mei 1989, masing-masing dengan status terdaftar. Selanjutnya pada tanggal 13 Oktober 1999 keluar Keputusan Presiden Republik Indonesia No.130 tentang Persiapan Pendirian Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa. Dengan keluarnya Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 tanggal 19 Maret tahun 2001 maka UNTIRTA menjadi Perguruan Tinggi Negeri di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional.

Saat ini UNTIRTA terdiri dari 6 (enam) Fakultas yaitu Fakultas Hukum (FH), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Pertanian (Faperta), Fakultas Ekonomi (FE) serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Adapun jumlah jurusan yang dimiliki sebanyak 20 buah dengan jumlah mahasiswa sebanyak 8846 mahasiswa.

Fakultas Teknik UNTIRTA merupakan salah satu fakultas yang menjadi cikal bakal berdirinya UNTIRTA. Lahirnya Fakultas Teknik berawal dari gagasan jajaran direksi dan manajemen PT. Krakatau Steel (Bapak Ir. Djoko Subagyo dan Team). Fakultas Teknik terlahir sebagai wujud cita-cita masyarakat, ulama, cendekiawan dan para pemimpin se-wilayah Banten serta dengan dukungan PT. Krakatau Steel dan industri petrokimia di kawasan industri Cilegon.

Berdirinya Fakultas Teknik diawali dengan berdirinya Sekolah Tinggi Teknologi yang didirikan oleh PT. Krakatau Steel pada tahun 1982 dengan ijin penyelenggaraan untuk tingkat Sarjana Muda (Non Gelar) dari Kopertis Wilayah IV Jawa Barat Nomor: 040/1982. Kemudian pada tahun 1984 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor: 0596/O/1984, Sekolah Tinggi Teknologi menggabungkan diri ke dalam Universitas Tirtayasa Banten.

Fakultas Teknik UNTIRTA terdiri dari 6 jurusan Strata I yaitu Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Metalurgi, Teknik Industri, Teknik Kimia dan Teknik Sipil. Semua jurusan telah memperoleh akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) kecuali Teknik Sipil. Selanjutnya Jurusan Teknik Elektro memperoleh status diakui berdasarkan SK Mendikbud RI No. 247/DIKTI/Kep/1998.

Jurusan Teknik Elektro memiliki satu program studi yaitu Program Studi Teknik Elektro (PSTE). PSTE FT UNTIRTA telah terakreditasi B oleh BAN PT DIKTI pada tahun 2006 berdasarkan Surat Keputusan BAN PT Nomor: 025/BAN-PT/Ak-IX/S1/I/2006 tanggal 12 Januari 2006. Pada reakreditasi tahun 2011, PSTE mengalami penurunan peringkat. BAN-PT melalui Surat Keputusan BAN-PT No. 010/BAN-PT/Ak-XIV/S1/VII/2011 tertanggal 8 Juli 2011 memberikan nilai Akreditasi C. Penurunan ini membuat warga JTE berusaha untuk meraih peringkat akreditasi yang lebih tinggi. PSTE Untirta kembali memperoleh peringkat akreditasi B pada tahun 2016 berdasarkan SK BAN PT No. 1826/SK/BAN-PT/Akred/S/IX/2016 tertanggal 2 September 2016. Nilai akreditasi ini akan berakhir pada tahun 2 September 2021.

Sejak berdirinya hingga sekarang, JTE Untirta telah dipimpin oleh 7 orang Ketua Jurusan. Pada waktu belum menjadi PTN, Kajur JTE adalah karyawan PT. Krakatau Steel dan setelah menjadi PTN, Kajur berasal dari dosen tetap PNS.
Berikut nama-nama Ketua Jurusan dari tahun 1982 hingga sekarang:
  1. Ir. Achmad Djuhana
  2. Ir. Wisnu Kuncoro
  3. Ir. Tri Djoko Lelono, M.Sc.
  4. Ir. Wahyuni Martiningsih, MT.
  5. Ir. Ri Munarto, M.Eng.
  6. Suhendar, S.Pd., MT.
  7. Dr. Ir. Supriyanto, M.Sc., IPM.